Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Daerah Istimewa Yogyakarta

Rabu, 22 Oktober 2025

Memastikan Konvergensi Stunting Berjalan, Tim Kemendes PDT Lakukan Monitoring di DIY


Stunting, sebuah fenomena yang sampai saat ini terus menyita perhatian publik, hingga pemerintah secara serius melakukan langkah-langkah pencegahan dan penurunan stunting. Hal ini menjadi dilakukan oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga di level terbawah yaitu Desa. Untuk itulah dikeluarkan berbagai kebijakan dan program oleh Kemneterian/Lembaga dan pemerintah Daerah agar terjadi percepatan sekaligus yang sangat urgent adalah adanya sinergi dan konvergensi. Karena tidak mungkin pencegahan dan penurunan stunting bisa diatasi oleh satu 

Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah

Dalam konteks inilah kemudian Tim Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan (PSBL) Ditjend Pembangunan Desa dan Pedesaan (PDP) Kementerian Desa PDT pada hari Senin tanggal 20 Oktober 2025 melakukan monitoring di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim ini terdiri dari unsur ASN Direktorrat PSBL, Tim INEY dan advisor Menteri Desa PDT. Untuk mendapatkan update informasi lapangan dan sekaligus memberikan feedback laporan semester 1, kegiatan monitoring dilakukan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY yang dihadiri oleh unsur Bapperida, DPMKKPS, Dinas Kesehatan DIY, DP3AKB, Kanwil Kemenag DIY, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, BKKBN DIY dan TAPM Provinsi serta PIC Stunting TAPM Kabupaten. Dalam forum tersebut Tim Monev memaparkan progres capaian konvergensi stunting, dan DIY berada pada posisi yang sangat baik secara nasional dengan tingkat capaian 87%. Selanjutnya masing-masing OPD menyampaikan program dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka dukungan pencegahan dan penurunan stunting, demikian juga peran Tenaga Pendamping Profesional, yang diwakili oleh Koordinator Provinsi, menyampaikan bahwa sejak proses perencanaan pembangunan desa, pelaksanaan rembuk stunting, alokasi dana desa untuk pencegahan dan penurunan stunting hingga peningkatan kapasitas pelaku program, khususnya Kader Pembangunan Manusia (KPM) sampai dengan pelaporan, sudah dilakukan.

Setelah kegiatan monitoring di tingkat provinsi selesai dilakukan, pada hari kedua Selasa tanggal 21 Otober 2025 dilanjutkan melakukan monitoring di Kabupaten bantul yang dilaksanakan di kantor DPMK Kabupaten. Dalam kesempatan ini dihadiri oleh unsur Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten dan BKKBN serta perwakilan Pendamping Desa. Pola yang dilakukan sama dengan pada saat di Provinsi, yaitu penyampaian feedback laporan semester 1 dan diskusi dengan penyampaian dukungan program dan kegiatan dari masing-masing OPD. Selain itu juga sekaligus dilakukan bimbingan teknis pemantauan konvergensi stunting untuk para Pendamping Desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rapat Kerja Forum BUMDes Sleman: Ruang Bersama untuk Menguatkan Tata Kelola dan Arah Baru Ekonomi Desa Rapat kerja Forum BUMDes Kabupaten Sl...