Yogyakarta, 15 Juni
2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data dan pelaporan
konvergensi percepatan penurunan stunting, Tim INEY yang terdiri dari Agus
Huda dan Yuan Putra menyelenggarakan kegiatan Coaching Penggunaan
Aplikasi eHDW pada Senin (15/6/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring
melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh para Tenaga Ahli Pemberdayaan
Masyarakat (TAPM) Provinsi dan Kabupaten, Pendamping Desa (PD),
serta Pendamping Lokal Desa (PLD) di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan coaching ini menjadi bagian
dari upaya pendampingan berkelanjutan dalam memastikan implementasi aplikasi electronic
Human Development Worker (eHDW) berjalan optimal di tingkat desa. Aplikasi
eHDW merupakan instrumen penting dalam mendukung pendataan, pemantauan, serta
pelaporan berbagai indikator pembangunan manusia, khususnya yang berkaitan
dengan percepatan penurunan stunting.
Dalam sesi pembukaan, Murtodo, SH, M.Pd
selaku Korprov P3MD DIY, berharap agar seluruh TPP untuk mengikuti kegiatan ini
sampai tuntas dengan harapan dapat memahami penggunaan aplikasi dan selanjutnya
dapat memfasilitasi KPM dan admin Desa. Karena berdasarkan laporan Triwulan I,
meskipun tingkat konvergensi stunting di level DIY cukup tinggi, tetapi data
yang diinput dan terbaca hanya 121 desa.
Sedangkan Tim INEY menegaskan bahwa
kualitas data menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan
keputusan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, para pendamping diharapkan mampu
memahami setiap fitur dalam aplikasi eHDW serta menerapkan standar penginputan
data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Agus Huda dalam pengantarnya
menjelaskan berbagai perkembangan terbaru pada aplikasi eHDW, termasuk
mekanisme penginputan data sasaran, sinkronisasi data, serta langkah-langkah
penanganan kendala yang sering ditemui di lapangan. Ia menekankan pentingnya
ketelitian dalam melakukan verifikasi data agar informasi yang tersaji
benar-benar mencerminkan kondisi riil di desa.
Sementara itu, Yuan Putra memberikan
pendampingan teknis terkait proses pelaporan dan pemanfaatan dashboard eHDW
sebagai alat monitoring capaian program konvergensi stunting. Melalui simulasi
dan praktik langsung, peserta diajak memahami alur kerja aplikasi mulai dari
pengumpulan data hingga penyusunan laporan yang dapat digunakan sebagai bahan
evaluasi program.
Suasana coaching berlangsung
interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai
kendala yang dihadapi selama penggunaan aplikasi, mulai dari permasalahan
sinkronisasi data, validasi sasaran dan perubahan data sasaran. Tim INEY
memberikan penjelasan dan solusi secara langsung sehingga peserta memperoleh
pemahaman yang lebih komprehensif.
Dalam forum ini, Aris Nurkholis- TAPM
Kabupaten Gunung Kidul- mengusulkan agar diberi akses untuk bisa melakukan
monitoring data yang sudah/belum diisi dan siap verifikasi oleh KPM dan data
sudah/belum verifikasi oleh admin Desa. Sedangkan Suhadi, PD Kecamatan Pandak
Kabupaten Bantul mengusulkan agar ada menu rekapitulasi dan download data scorecard
Melalui coaching ini, diharapkan kapasitas TAPM, PD, dan PLD dalam mengoperasikan aplikasi eHDW semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang berkualitas akan menjadi modal penting dalam mendukung efektivitas program percepatan penurunan stunting serta mewujudkan pembangunan manusia yang lebih baik di tingkat desa.
Kegiatan coaching ditutup dengan arahan
dari Korprov agar TPP memanfaatkan waktu hingga tanggal 22 Juni 2026 untuk
mendorong KPM menginput data dan admin Desa melakukan verifikasi, karena
laporan Triwulan II akan ditutup tanggal tersebut. Dengan demikian diharapkan
seluruh kebutuhan data di aplikasi eHDW dapat terisi.




0 Komentar