Dari Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Desa: BUMDes Harapan Pacarejo Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga



Pacarejo, Semanu – Ketahanan pangan tidak lagi dimaknai sekadar memastikan tersedianya bahan makanan bagi masyarakat. Di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, ketahanan pangan justru dijadikan pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat yang terorganisasi dan berkelanjutan.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Pacarejo, Pemerintah Kalurahan Pacarejo mengelola program ketahanan pangan dengan pendekatan yang berbeda. Dana Desa yang selama ini identik dengan pembangunan fisik atau bantuan yang bersifat konsumtif diarahkan menjadi investasi sosial dan ekonomi yang mampu menggerakkan produktivitas warga.

Langkah ini menjadi bukti bahwa desa memiliki kapasitas untuk merancang masa depannya sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Ketahanan pangan diposisikan bukan sekadar program, melainkan strategi pembangunan yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

BUMDes Harapan Pacarejo tampil sebagai motor penggerak. Lembaga ekonomi desa tersebut tidak hanya menjalankan fungsi usaha, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang pengembangan ekonomi. Kelompok-kelompok masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan produktif, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana produksi, hingga membuka akses pemasaran hasil usaha.

Pendekatan partisipatif ini menciptakan ruang belajar bagi masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan. Mereka belajar mengelola usaha, meningkatkan keterampilan, mengembangkan inovasi, serta membangun jejaring ekonomi yang lebih luas.

Dampak positifnya mulai dirasakan. Selain meningkatkan produksi pangan lokal, program ini ikut menggerakkan roda perekonomian desa. Masyarakat memperoleh peluang usaha baru dan tambahan pendapatan bagi keluarga. Di sisi lain, berkembangnya unit-unit usaha produktif juga berpotensi meningkatkan pendapatan BUMDes yang pada akhirnya kembali menjadi sumber daya bagi pembangunan kalurahan.

Lurah Pacarejo, Suhadi, menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMDes merupakan investasi jangka panjang untuk membangun desa yang mandiri.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang tersedianya bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memproduksi, mengelola, dan memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pangan tersebut. Karena itu, kami mendorong BUMDes Harapan Pacarejo menjadi lokomotif pemberdayaan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa," ujarnya.

Menurut Suhadi, pemanfaatan Dana Desa melalui skema usaha produktif akan memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan bantuan yang hanya bersifat sesaat. Dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, manfaat program dapat terus berlanjut dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa.

Apa yang dilakukan Pacarejo sesungguhnya sejalan dengan arah kebijakan pembangunan desa yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa. Namun, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan partisipatif.

BUMDes yang sehat menjadi kunci. Ketika mampu mengelola usaha secara akuntabel serta berpihak pada kepentingan masyarakat, BUMDes dapat berkembang menjadi institusi ekonomi desa yang tangguh. Kehadirannya bukan hanya menciptakan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kemandirian warga.

Ke depan, Pemerintah Kalurahan Pacarejo berharap BUMDes Harapan Pacarejo terus tumbuh sebagai pusat inovasi ekonomi desa. Integrasi sektor pertanian, peternakan, dan berbagai usaha produktif lainnya diharapkan dapat membentuk ekosistem ekonomi lokal yang saling menguatkan.

"Kami berharap program ketahanan pangan ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain. Ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sekaligus memperoleh pendapatan dari usaha yang dijalankan, maka tujuan pembangunan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera akan semakin mudah diwujudkan," harap Suhadi.

Pengalaman Pacarejo menunjukkan bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang mampu melahirkan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakatnya. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kalurahan, BUMDes, dan warga, ketahanan pangan dapat ditransformasikan menjadi gerakan pemberdayaan yang menghadirkan manfaat nyata.

Dari Pacarejo, tersaji pelajaran penting bahwa kemandirian pangan tidak dibangun melalui ketergantungan, melainkan melalui keberanian berinovasi, pengelolaan yang profesional, serta kepercayaan kepada masyarakat untuk menjadi pelaku utama pembangunan. Ketika desa mampu mengelola potensi yang dimiliki secara bijak, cita-cita mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera bukanlah sekadar harapan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.

Link : https://tppkabgunungkidul.blogspot.com/2026/06/pacarejo-bangun-kemandirian-pangan-dari.html

Penulis asli: Hery Santoso (TAPM Kabupaten Gunungkidul). Artikel ini merupakan amplifikasi reportase untuk memperluas diseminasi praktik baik pembangunan desa berbasis ketahanan pangan.

Posting Komentar

0 Komentar