Nanggulan – Suasana
Aula Balai Kalurahan Kembang tampak lebih hidup dari biasanya. Berbagai unsur
masyarakat duduk dalam satu forum, menyatukan perhatian pada satu persoalan
yang tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga masa depan generasi:
stunting.
Kalurahan Kembang menjadi lokasi
perdana pelaksanaan Rembug Stunting tingkat Kapanewon Nanggulan Tahun 2026,
sebuah forum strategis yang menjadi bagian dari rangkaian Pra-Musrenbangkal
dalam upaya memperkuat konvergensi pencegahan dan penanganan stunting.
Hadir dalam kegiatan tersebut
unsur Pemerintah Kalurahan Kembang, Bamuskal, Panewu Nanggulan, Puskesmas
Nanggulan, Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader kesehatan, pendamping
desa, serta tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya percepatan
penurunan stunting.
Kehadiran berbagai pihak dalam
satu ruang yang sama menjadi gambaran bahwa stunting bukan lagi persoalan
sektor kesehatan semata. Ia telah menjadi isu pembangunan yang membutuhkan
keterlibatan semua unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Lurah
Kembang, Edi Purwanto, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi
jangka panjang untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.
"Stunting bukan hanya
persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di
masa depan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan
seluruh pihak agar setiap anak di Kalurahan Kembang dapat tumbuh sehat dan
berkembang secara optimal," ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan
melalui evaluasi program yang telah berjalan, pemanfaatan data yang valid,
serta penguatan perencanaan pembangunan yang berpihak pada peningkatan kualitas
hidup anak dan keluarga.
Dalam forum itu terungkap bahwa
skor konvergensi stunting Kalurahan Kembang berdasarkan aplikasi Elektronik
Human Development Worker (eHDW) mencapai 75,50 persen. Angka tersebut menjadi
salah satu indikator penting untuk mengukur efektivitas pelaksanaan intervensi
percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Meski menunjukkan capaian yang
cukup baik, forum rembug stunting justru dimanfaatkan sebagai ruang refleksi
bersama. Data dipaparkan secara terbuka untuk mengidentifikasi tantangan yang
masih dihadapi serta menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Ketua Bamuskal Kembang, Ali
Musadad, mengingatkan bahwa isu stunting harus menjadi perhatian dalam seluruh
proses perencanaan pembangunan kalurahan.
Menurutnya, berbagai agenda
strategis seperti penyusunan Rencana Pembangunan Kalurahan (RPKal), pencermatan
RPJM Kalurahan, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga
pemanfaatan Dana Keistimewaan perlu memberi ruang yang memadai bagi program peningkatan
kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
" Pencegahan stunting harus
menjadi gerakan bersama. Perencanaan pembangunan yang disusun kalurahan perlu
memberikan ruang yang cukup bagi program-program peningkatan kesehatan dan
kesejahteraan keluarga agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,"
ungkapnya.
Senada dengan itu, Panewu
Nanggulan menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar penyusunan
program.
Baginya, intervensi yang
berhasil bukanlah program yang banyak, melainkan program yang tepat sasaran.
" Data yang akurat menjadi
kunci keberhasilan intervensi stunting. Program yang disusun harus benar-benar
menyasar keluarga yang membutuhkan sehingga setiap anggaran dan kegiatan dapat
memberikan hasil yang optimal," tegasnya.
Pemaparan data dalam forum
tersebut menunjukkan bahwa Padukuhan Pundak Wetan menjadi wilayah dengan jumlah
kasus stunting tertinggi di Kalurahan Kembang. Temuan ini menjadi alarm
sekaligus dasar untuk memperkuat intervensi yang lebih intensif di wilayah tersebut.
Puskesmas Nanggulan turut
mengurai berbagai faktor yang masih menjadi tantangan dalam penanganan
stunting. Mulai dari kebiasaan sebagian orang tua memberikan makanan siap saji
kepada anak, pola asuh yang kurang optimal karena kesibukan bekerja, belum maksimalnya
pemberian makanan tambahan pemulihan, adanya penyakit penyerta pada balita,
hingga masih rendahnya konsumsi protein hewani dalam menu sehari-hari.
Salah satu tenaga kesehatan dari
Puskesmas Nanggulan menegaskan bahwa keberhasilan mencegah stunting sangat
ditentukan oleh lingkungan keluarga.
" Peran keluarga sangat
menentukan. Asupan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, serta pemantauan
tumbuh kembang secara rutin melalui Posyandu menjadi langkah penting untuk
mencegah stunting sejak dini," jelasnya.
Sementara itu, Bidan Desa
mengingatkan pentingnya kualitas pelaksanaan Posyandu. Tata cara penimbangan
balita yang sesuai standar operasional harus dipahami seluruh kader karena data
hasil penimbangan menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi bagi
keluarga sasaran.
Bagi para kader Posyandu yang
berada di garis depan pelayanan masyarakat, rembug stunting menjadi ruang yang
sangat berarti. Berbagai persoalan yang selama ini ditemui di lapangan dapat
dibahas bersama untuk mencari solusi yang lebih komprehensif.
" Kegiatan ini sangat
membantu kami di lapangan karena berbagai permasalahan yang dihadapi kader
dapat dibahas bersama. Harapannya, dukungan dari semua pihak semakin kuat
sehingga angka stunting di Kalurahan Kembang dapat terus menurun," ujar salah
seorang kader Posyandu Kalurahan Kembang.
Rembug stunting di Kalurahan
Kembang akhirnya bukan sekadar forum seremonial atau rutinitas tahunan. Ia
menjadi ruang konsolidasi, tempat data dipertemukan dengan pengalaman lapangan,
sekaligus wadah membangun komitmen kolektif.
Dari Kembang, tersirat pesan
penting bahwa mencegah stunting berarti menjaga masa depan. Setiap balita yang
tumbuh sehat adalah investasi bagi lahirnya generasi yang cerdas, produktif,
dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi antara
pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, dan masyarakat,
upaya percepatan penurunan stunting tidak lagi menjadi tanggung jawab satu
pihak. Ia telah berubah menjadi gerakan bersama demi memastikan tidak ada anak
yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kembang telah memulai langkah
itu. Sebuah langkah kecil yang sesungguhnya sedang menyiapkan masa depan yang
besar: menghadirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting.
Link:https://p3mdkulonprogodiy.blogspot.com/2026/06/kalurahan-kembang-jadi-lokasi-perdana.html
Artikel amplifikasi dari tulisan
Novel Budi, Pendamping Lokal Desa Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo,
sebagai diseminasi praktik baik konvergensi percepatan penurunan stunting di
tingkat kalurahan.




0 Komentar