Yogyakarta – Senin 6 Juli 2026, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas
Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS
DIY) mulai menggelar rangkaian Sosialisasi Apresiasi Widya Manggala
Praja Tingkat DIY Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggraakan secara online ini menjadi langkah awal dalam
pelaksanaan program penghargaan bagi kalurahan dan kelurahan terbaik sebagai
bentuk pengakuan atas keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan
publik, dan inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Mengusung tema "Mewujudkan
Masyarakat Sejahtera melalui Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kalurahan dan Kelurahan", agenda ini diikuti oleh berbagai pemangku
kepentingan lintas sektor, mulai dari TAPM DIY, pemerintah kabupaten/kota,
perangkat daerah, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, hingga instansi
vertikal yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Kalurahan sebagai Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat
Dalam paparannya, Kepala DPMKKPS DIY, KPH. Yudonegoro, menegaskan bahwa kalurahan dan kelurahan merupakan garda terdepan
penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik karena
menjadi institusi yang paling dekat dengan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Peraturan
Daerah DIY Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan, Pemda DIY terus memperkuat kapasitas
pemerintahan lokal melalui berbagai kebijakan, salah satunya melalui
penyelenggaraan Apresiasi Widya Manggala Praja.
Program ini tidak hanya menjadi ajang
penghargaan, tetapi juga merupakan instrumen evaluasi komprehensif terhadap
kualitas tata kelola pemerintahan kalurahan sekaligus bentuk pengakuan resmi
atas berbagai inovasi dan capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan.
Filosofi Widya Manggala Praja
Istilah Manggala Praja berasal dari
bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno Nama Widya Manggala Praja
mengandung makna filosofis yang kuat.
- Widya berarti ilmu pengetahuan dan kecerdasan budi.
- Manggala berarti kepemimpinan dan kebijaksanaan.
- Praja berarti roda pemerintahan.
Ketiga nilai tersebut mencerminkan
harapan agar pemerintahan kalurahan mampu mengelola pembangunan secara cerdas,
bijaksana, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui penghargaan ini, Pemda DIY
ingin membangun budaya pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan mampu
menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Mendorong Inovasi dan Percepatan Reformasi Kalurahan
Pelaksanaan Apresiasi Widya Manggala
Praja memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya:
- meningkatkan motivasi aparatur
kalurahan untuk terus berinovasi dalam pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat;
- mempercepat penguatan kelembagaan
sesuai arah kebijakan Reformasi Kalurahan;
- memberikan penghargaan atas
prestasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
- mendiseminasikan praktik-praktik
terbaik (best practice) agar dapat direplikasi oleh kalurahan lain
di seluruh DIY.
Dengan demikian, penghargaan ini
diharapkan mampu menjadi katalis peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan
desa sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Tiga Kategori Apresiasi
Pada tahun 2026, Apresiasi Widya
Manggala Praja terdiri atas tiga kategori utama.
1. Implementasi Reformasi Kalurahan Terbaik
Kategori ini diikuti oleh empat kabupaten, masing-masing mengusulkan satu kalurahan. Penilaian difokuskan pada keberhasilan reformasi tata kelola pemerintahan, meliputi pengelolaan keuangan, penguatan sumber daya manusia, regulasi, pelestarian nilai budaya, kemandirian, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Metode penilaian menggunakan:
- Administrasi (40%)
- Wawancara (60%)
2. Implementasi Pelayanan Publik Terbaik
Kategori ini melibatkan lima kabupaten/kota, masing-masing mengusulkan satu kalurahan atau kelurahan. Aspek yang dinilai mencakup tertib administrasi kependudukan, kualitas pelayanan publik, ketersediaan sarana-prasarana, serta berbagai inovasi pelayanan kepada masyarakat.
Penilaian dilakukan melalui:
- Administrasi
- Wawancara
- Observasi lapangan
3. Inovasi Ketahanan Pangan Terbaik
Kategori ini juga diikuti oleh lima kabupaten/kota, masing-masing mengusulkan satu kalurahan atau kelurahan. Penilaian diarahkan pada berbagai inovasi dan strategi keberlanjutan dalam membangun ketahanan pangan lokal, termasuk upaya memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, bergizi, dan mandiri.
Metode penilaian meliputi:
- Administrasi (40%)
- Wawancara (60%)
Setiap kalurahan atau kelurahan hanya
diperkenankan mengikuti satu kategori penilaian agar proses seleksi
berlangsung lebih fokus dan objektif.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Pelaksanaan Apresiasi Widya Manggala
Praja 2026 juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Keberhasilan pembangunan kalurahan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah
kalurahan, tetapi juga oleh dukungan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah,
pendamping profesional, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.
Semangat kolaboratif tersebut menjadi
fondasi dalam memperkuat implementasi Reformasi Kalurahan DIY yang tidak hanya
mengejar aspek administratif, tetapi juga menghasilkan dampak nyata berupa
meningkatnya kualitas pelayanan publik, tumbuhnya inovasi lokal, serta
terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
Menjadi Inspirasi bagi Kalurahan di DIY
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Apresiasi
Widya Manggala Praja 2026 diharapkan menjadi wadah pembelajaran bersama.
Kalurahan dan kelurahan yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik akan menjadi
contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi oleh wilayah
lain.
Melalui penghargaan ini, Pemda DIY
ingin membangun budaya pemerintahan yang terus belajar, berinovasi, dan
berkolaborasi sehingga cita-cita mewujudkan kalurahan yang maju, mandiri,
berbudaya, dan mampu memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat
dapat terwujud secara berkelanjutan.




2 Komentar
Mantap
BalasHapusIni spt lomdes tapi versi DIY gitu ya?
BalasHapus