SLEMAN – Upaya
memperkuat tata kelola kelembagaan dan akuntabilitas Badan Usaha Milik
Kalurahan Bersama (BUMKALMA) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada Kamis
(16/7/2026), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK)
Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi
(Monev) Pengelolaan Bumkalma Lkd Depok Raya yang berlangsung di Kapanewon
Depok, Kabupaten Sleman.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh
jajaran Dinas PMK Kabupaten Sleman, Tenaga Ahli
Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman, Pelaksana
Harian Kepenasehatan, Pelaksana Operasional, Pengawas Bumkalma Lkd Depok Raya, serta Pendamping Desa (PD)
dan Pendamping Lokal Desa (PLD) wilayah Kapanewon Depok.
Monitoring juga mendapat pendampingan langsung dari Koordinator
Provinsi TPP DIY, Murtodo, S.H., M.Pd., sebagai bagian dari penguatan
fungsi pembinaan dan pendampingan kelembagaan ekonomi desa.
Kegiatan monitoring berlangsung
secara dialogis dengan mengedepankan pendekatan pembinaan. Tim melakukan telaah
terhadap berbagai dokumen kelembagaan, administrasi, hingga pengelolaan usaha
untuk memastikan bahwa tata kelola Bumkalma/Bumdesma telah berjalan sesuai prinsip
transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, tim
monitoring memfokuskan penilaian pada beberapa aspek strategis, meliputi tata
kelola keuangan, kinerja unit usaha, pengembangan
kemitraan, kelembagaan organisasi, serta kepatuhan
terhadap regulasi. Kelima aspek tersebut menjadi indikator penting
dalam menilai tingkat kesehatan organisasi sekaligus keberlanjutan usaha Bumdesma sebagai lembaga ekonomi milik masyarakat.
Dari hasil monitoring, tim
menemukan sejumlah hal yang perlu segera mendapatkan perhatian pengelola. Pada
aspek administrasi keuangan, pencatatan dinilai belum tertib dan belum
didukung dokumen yang lengkap, sehingga berpotensi menyulitkan proses
pertanggungjawaban maupun audit di kemudian hari.
Selain itu, administrasi
barang inventaris juga belum tersusun secara sistematis. Dokumen
pencatatan aset masih belum lengkap sehingga diperlukan penataan kembali agar
seluruh aset organisasi dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah ditelusuri.
Temuan lainnya adalah belum
tersusunnya administrasi laporan pengawas secara memadai. Padahal,
laporan pengawas merupakan instrumen penting dalam menjalankan fungsi
pengawasan internal sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada forum
musyawarah dan para pemangku kepentingan. Hal yang lebih spesifik adalah Bumkalma Depok Raya mengelola SPPG MBG yang dananya dari dana simpan pinjam kelomok perempuan (SPP) yang pengelolaaanya masih harus banyak yang dibenahi.
Meski demikian, monitoring ini
tidak semata-mata berorientasi pada pencarian kekurangan, tetapi lebih
diarahkan sebagai proses pembinaan. Tim memberikan berbagai masukan teknis dan
rekomendasi perbaikan agar kelembagaan Bumdesma Lkd Depok Raya mampu meningkatkan
kualitas tata kelola secara bertahap dan berkelanjutan.
Koordinator Provinsi TPP DIY, Murtodo,
S.H., M.Pd., menekankan bahwa tata kelola yang baik merupakan fondasi
utama bagi keberhasilan sebuah Bumdesma. Menurutnya, pengembangan unit usaha
yang produktif harus berjalan seiring dengan penguatan administrasi,
pengelolaan keuangan yang tertib, serta sistem pengawasan yang efektif.
"Keberhasilan Bumdesma tidak hanya diukur dari besarnya omzet atau keuntungan usaha, tetapi juga dari
kualitas tata kelola organisasinya. Administrasi yang tertib, laporan keuangan
yang akuntabel, serta pengawasan yang berjalan baik akan meningkatkan
kepercayaan masyarakat maupun mitra kerja terhadap lembaga," ujarnya.
Sementara itu, tim Dinas PMK
Kabupaten Sleman berharap seluruh rekomendasi hasil monitoring dapat segera
ditindaklanjuti oleh pengelola Bumdesma Lkd Depok Raya. Pembenahan administrasi
dan penguatan kelembagaan diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan
profesionalisme pengelolaan usaha sekaligus memperkuat kontribusi Bumdesma dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Monitoring dan evaluasi seperti
ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam
memastikan bahwa Bumdesma mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi masyarakat
yang sehat, profesional, dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Dengan tata
kelola yang semakin baik, Bumdesma diharapkan dapat memperluas kemitraan,
meningkatkan daya saing usaha, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih
besar bagi masyarakat di wilayah Kapanewon Depok dan sekitarnya.




0 Komentar