SLEMAN – Upaya memperkuat daya saing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus
dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan pendamping
desa. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan
Masyarakat (TAPM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Workshop
Penguatan Kelembagaan BUMDes melalui Strategi Branding Menuju BUMDes Berdampak,
yang diikuti oleh 30 BUMDes di Kabupaten Sleman.
Kegiatan yang dilaksanakan di Puri
Mataram Sleman ini berlangsung dalam suasana akademik sekaligus partisipatif
tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk membangun
strategi pengembangan BUMDes yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital.
Workshop secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Nonformal
(PNF) UNY, Prof. Dr. Puji Yanti Fauziah, M.Pd., dengan dihadiri jajaran
dosen PNF UNY, mahasiswa, serta perwakilan BUMDes dari berbagai kapanewon di
Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Prof. Puji Yanti
Fauziah menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk
menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung penguatan
kelembagaan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
"BUMDes tidak
hanya membutuhkan tata kelola yang baik, tetapi juga kemampuan membangun
identitas dan kepercayaan publik. Branding menjadi salah satu instrumen penting
agar potensi desa dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang
lebih besar," ujarnya.
Branding Menjadi Kunci Daya Saing
Workshop mengangkat isu strategis
mengenai pentingnya branding dalam pengembangan BUMDes. Selama ini
banyak BUMDes memiliki potensi usaha yang menjanjikan, namun belum dikenal
secara luas karena minimnya strategi komunikasi dan publikasi. Hadir sebagai
narasumber adalah Murtodo, SH,M.Pd (Koordinator
TAPM Provinsi), Bp Dr. Ahmad Rofik (Dosen PNF UNY) dan mas Sony
(mahasiswa S2 UNY).
Melalui berbagai sesi diskusi, peserta
diajak memahami bahwa branding bukan sekadar membuat logo atau slogan,
melainkan membangun citra, kepercayaan, dan nilai yang melekat pada sebuah
BUMDes. Identitas yang kuat akan meningkatkan peluang kerja sama, memperluas
pasar, serta memperkuat kepercayaan masyarakat dan mitra usaha.
Pendekatan ini menjadi semakin relevan
di tengah transformasi digital, ketika masyarakat dan calon investor lebih
dahulu mencari informasi melalui media daring sebelum menjalin kerja sama.
Kolaborasi Akademik untuk Desa
Salah satu hasil penting workshop
adalah tercapainya kesepakatan kolaboratif antara UNY dan TAPM Provinsi DIY
untuk memfasilitasi penyusunan profil BUMDes berbasis website sebagai
media branding dan promosi.
Program ini akan melibatkan mahasiswa
Program Studi Pendidikan Nonformal UNY sebagai bagian dari implementasi
pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa akan mendampingi
proses pengumpulan data, dokumentasi, penyusunan narasi profil, hingga
pengembangan media digital yang mampu menampilkan identitas, potensi usaha,
produk unggulan, serta capaian masing-masing BUMDes.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi
model sinergi yang saling menguntungkan. BUMDes memperoleh pendampingan dalam
membangun identitas digital, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar
langsung di lapangan melalui penyelesaian persoalan riil masyarakat.
Website sebagai Etalase Digital BUMDes
Keberadaan website dinilai bukan lagi
sekadar pelengkap administrasi, melainkan menjadi etalase digital yang
mampu memperkenalkan BUMDes kepada masyarakat luas.
Melalui profil berbasis web, setiap
BUMDes akan memiliki ruang untuk menampilkan informasi kelembagaan, sejarah
berdiri, struktur organisasi, unit usaha, produk unggulan, laporan
perkembangan, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan.
Media digital tersebut juga diharapkan
menjadi sarana membangun jejaring bisnis dengan pemerintah, dunia usaha,
lembaga keuangan, maupun calon investor yang membutuhkan informasi yang
kredibel mengenai potensi BUMDes.
Menuju BUMDes Berdampak
Murtodo,SH, M.Pd selaku Koordinator
TAPM Provinsi DIY memandang bahwa penguatan kelembagaan tidak cukup hanya
melalui aspek tata kelola administrasi dan bisnis. Kemampuan membangun
komunikasi publik serta memanfaatkan teknologi informasi menjadi bagian penting
dalam menciptakan BUMDes Berdampak, yakni BUMDes yang mampu memberikan
manfaat ekonomi, sosial, dan kelembagaan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara perguruan
tinggi, tenaga pendamping profesional, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes,
proses pemberdayaan masyarakat diharapkan semakin berbasis pengetahuan,
inovasi, dan teknologi.
Workshop ini menjadi bukti bahwa
pembangunan desa tidak lagi hanya mengandalkan pendampingan konvensional,
tetapi juga mengintegrasikan kekuatan akademik dan transformasi digital sebagai
fondasi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, 30
BUMDes di Kabupaten Sleman kini melangkah menuju babak baru penguatan
kelembagaan. Kehadiran profil berbasis website diharapkan menjadi wajah baru
BUMDes yang lebih profesional, lebih dikenal publik, dan semakin mampu
menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.




0 Komentar